Kajian Literatur tentang sebab pencemaran lingkungan dan cara mengatasi pencemaran lingkungan
Apa itu pencemaran lingkungan dan faktor-faktor-nya?
Pencemaran lingkungan adalah perubahan besar pada kondisi lingkungan akibat adanya perkembangan ekonomi dan teknologi. Perubahan kondisi tersebut melebihi batas ambang dari toleransi ekosistem sehingga meningkatkan jumlah polutan di lingkungan.
Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan ini antara lain peningkatan jumlah penduduk dan kegiatan eksploitasi alam yang tidak terkendali, serta adanya industrialisasi yang tidak dikelola dengan baik.
Pendahuluan:
Pencemaran lingkungan umumnya disebabkan oleh aktivitas manusia yang tidak terkendali dan kurangnya kesadaran akan dampak negatifnya terhadap ekosistem.
Beberapa sebab utama terjadinya pencemaran lingkungan meliputi:
1. **Emisi Gas Rumah Kaca:** Pembakaran bahan bakar fosil, seperti batu bara, minyak, dan gas alam, menghasilkan emisi gas rumah kaca seperti karbon dioksida (CO2) dan metana. Hal ini menyebabkan pemanasan global dan perubahan iklim yang merugikan lingkungan.
2. **Penggunaan Bahan Kimia Berbahaya:** Penggunaan bahan kimia berbahaya dalam industri, pertanian, dan rumah tangga dapat mencemari air, tanah, dan udara. Limbah kimia ini dapat merusak keseimbangan ekosistem dan menyebabkan dampak negatif pada kesehatan manusia.
3. **Pembuangan Limbah Industri:** Pembuangan limbah industri yang tidak terkendali dan tidak sesuai dengan standar keamanan lingkungan dapat mencemari air sungai, laut, dan tanah. Limbah ini mengandung zat-zat berbahaya yang dapat merusak organisme hidup.
4. **Pengelolaan Sampah Tidak Tepat:** Pengelolaan sampah yang tidak tepat, termasuk pembuangan sampah plastik dan limbah elektronik, dapat menyebabkan pencemaran tanah dan air. Sampah plastik yang tidak terurai dapat merusak kehidupan laut dan menyebabkan masalah global.
5. **Deforestasi:** Penebangan hutan yang tidak berkelanjutan atau deforestasi dapat menyebabkan kehilangan habitat bagi berbagai spesies, meningkatkan emisi karbon dioksida, dan merusak keberlanjutan ekosistem.
Pemahaman mendalam terhadap sebab terjadinya pencemaran lingkungan merupakan langkah awal untuk mengidentifikasi solusi yang efektif dalam upaya pencegahan. Dengan meningkatkan kesadaran akan dampak dari kegiatan manusia, mengimplementasikan teknologi yang ramah lingkungan, dan menerapkan kebijakan yang berkelanjutan, kita dapat berusaha mengurangi dan mencegah pencemaran lingkungan demi keberlanjutan planet ini.
Pada bagian ini memuat kajian literatur tentang penyebab pencemaran lingkungan. Literatur yang digunakan sejumlah 4 berkas, yaitu berkas penelitian Irianto (2015), Mabsuti (2024), Elsa Sulistianto (2024), dan berkas Sompotan dan Janes Sinaga (2022)
Menurut Irianto, I Ketut (2015) Penyebab pencemaran ini selain disebabkan oleh aktivitas manusia juga dapat ditimbulkan oleh kegiatan alami. Pencemaran berlangsung dimana-mana dengan laju yang begitu cepat, kecenderungan pencemaran, terutama sejak Perang Dunia kedua mengarah kepada dua hal yaitu, pembuangan senyawa kimia tertentu yang makin meningkat terutama akibat kegiatan industri dan transportasi. Adapun akibat yang lainnya yaitu penggunaan berbagai produk bioksida dan bahan-bahan berbahaya aktivitas manusia.
https://repository.warmadewa.ac.id/id/eprint/231/, Diakses pada hari Rabu, 21, 2, 2024, pukul 11.53 wib.
Menurut Mabsuti, Aris Saiful Putra, Ida Jubaedah, Putri
Hakim 2 (2), 14-23, 2024 Penyebab utama peningkatan sampah adalah sector rumah tangga.
https://journal.stekom.ac.id/index.php/Hakim/article/view/1708, Diakses pada hari Rabu, 21, 2, 2024, pukul 11.53 wib.
Menurut Elsa Sulistiani
JURNAL MANAJEMEN DAN BISNIS EKONOMI 2 (2), 301-305, 2024 Faktor penyebab pencemaran lingkungan khususnya pencemaran udara berasal dari hasil proses pembakaran bahan bakar yang tidak sempurna yang dihasilkan melalui mesin-mesin pabrik, pembangkit listrik dan kendaraan bermotor.
https://jurnal.itbsemarang.ac.id/index.php/JMBE/article/view/1599, Diakses pada hari Rabu, 21, 2, 2024, pukul 11.53 wib.
Menurut Sompotan dan Janes Sinaga (Juli 2022) Pencemaran lingkungan terjadi karena ulah manusia itu sendiri yang tidak dapat mengolah dan memanfaatkan lingkungan dengan baik sehingga berdampak kepada kesehatan dan keselamatan manusia.
https://ejournal.itka.ac.id/index.php/saintekes/article/view/2, Diakses pada hari Rabu, 21, 2, 2024, pukul 11.53 wib.
Daftar Pustaka:
1.Menurut Irianto, (2015) https://repository.warmadewa.ac.id/id/eprint/231/
2.Menurut Mabsuti, Hakim 2 (2), 14-23, 2024 https://journal.stekom.ac.id/index.php/Hakim/article/view/1708
3.Menurut Elsa, MANAJEMEN DAN BISNIS EKONOMI 2 (2), 301-305, 2024
https://jurnal.itbsemarang.ac.id/index.php/JMBE/article/view/1599
4.Menurut Sompotan, (Juli 2022)
https://ejournal.itka.ac.id/index.php/saintekes/article/view/2
Kesimpulan:
menyoroti pentingnya kesadaran akan aktivitas manusia yang menjadi pemicu utama kerusakan lingkungan. Melalui pemahaman mendalam terhadap sebab-sebabnya, kita dapat mengidentifikasi solusi yang efektif untuk mengurangi dan mencegah pencemaran lingkungan di masa depan.
Beberapa poin penting yang dapat diambil sebagai kesimpulan mengenai sebab pencemaran lingkungan adalah:
1. **Aktivitas Manusia sebagai Faktor Utama:**
2. **Keterbatasan Sumber Daya Alam:**
3. **Kurangnya Kepatuhan Terhadap Regulasi Lingkungan:**
4. **Ketergantungan pada Teknologi Tertentu:**
5. **Kurangnya Edukasi dan Kesadaran Lingkungan:**
Pendahuluan:
Pendahuluan mengenai cara mengatasi pencemaran lingkungan memerlukan pemahaman mendalam terhadap tantangan yang dihadapi serta solusi-solusi inovatif yang dapat diterapkan. Menghadapi kompleksitas masalah pencemaran lingkungan, diperlukan tindakan holistik dan kolaboratif dari berbagai pihak.
Beberapa langkah strategis untuk mengatasi pencemaran lingkungan meliputi:
1. **Penggunaan Energi Bersih:** Mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dengan beralih ke sumber energi bersih dan terbarukan, seperti tenaga surya dan angin. Investasi dalam teknologi energi hijau dapat membantu mengurangi emisi gas rumah kaca dan dampak negatifnya terhadap iklim.
2. **Teknologi Ramah Lingkungan:** Mendorong pengembangan dan adopsi teknologi ramah lingkungan di berbagai sektor, termasuk industri dan transportasi. Inovasi seperti teknologi pengolahan limbah yang efisien dapat membantu mengurangi jejak lingkungan dari aktivitas manusia.
3. **Pengelolaan Limbah yang Berkelanjutan:** Mengimplementasikan sistem pengelolaan limbah yang efektif dan berkelanjutan. Daur ulang dan pengurangan penggunaan bahan-bahan berbahaya dapat membantu mengurangi pencemaran air, tanah, dan udara.
4. **Peningkatan Kesadaran Lingkungan:** Melakukan kampanye edukasi yang intensif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang dampak aktivitas mereka terhadap lingkungan. Edukasi ini dapat mencakup pemahaman akan pentingnya pelestarian alam, penggunaan sumber daya secara bijak, dan dampak positif dari tindakan berkelanjutan.
5. **Regulasi Lingkungan yang Ketat:** Menerapkan dan memperkuat regulasi lingkungan yang ketat untuk industri dan entitas lainnya. Sanksi yang tegas terhadap pelanggaran lingkungan dapat menjadi insentif untuk mematuhi standar keamanan lingkungan.
6. **Pengembangan Hutan dan Pelestarian Habitat:** Mengimplementasikan program pelestarian hutan, rehabilitasi lahan, dan konservasi habitat alam. Upaya ini dapat membantu mengimbangi dampak deforestasi dan hilangnya habitat alam yang menyebabkan kerusakan lingkungan.
7. **Kolaborasi Global:** Mendorong kerjasama internasional untuk mengatasi masalah pencemaran lingkungan secara bersama-sama. Kemitraan global dapat mempercepat pertukaran teknologi, sumber daya, dan pengetahuan untuk solusi-solusi berkelanjutan.
B. Kajian Literatur Cara Mengatasi Pencemaran Lingkungan
Pencegahan Pencemaran Lingkungan
Dale Dompas Sompotan, Janes Sinaga
SAINTEKES: Jurnal Sains, Teknologi Dan Kesehatan 1 (1), 6-13, 2022
Permasalahan lingkungan yang terjadi akhir-akhir ini sudah berdampak dalam berbagai aspek seperti pencemaran air, pencemaran udara, yang berdampak terhadap kondisi lingkungan yang berbahaya. Pencemaran lingkungan terjadi karena ulah manusia itu sendiri yang tidak dapat mengolah dan memanfaatkan lingkungan dengan baik sehingga berdampak kepada kesehatan dan keselamatan manusia. Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisa tentang masalah yang terjadi di lingkungan hidup serta mencari solusi untuk mengatasi pencemaran lingkungan yang semakin parah. Kita masih ingin hidup lebih lama dan nyaman di dunia ini, oleh karena itu kita mesti melakukan segala sesuatu untuk dapat menjaga dunia ini tetap baik lingkungannya sehingga kita dapat tinggal dengan nyaman. Metode penelitian penulisan ini menggunakan metode kualitatif melalui daftar pustaka buku-buku, jurnal dan media online yang dianalisis menjadi data yang lengkap sehingga dapat memaparkan cara pencegahan pencemaran lingkungan demi menyelamatkan lingkungan dimana kita tinggal.
https://ejournal.itka.ac.id/index.php/saintekes/article/view/2, Diakses pada hari Rabu, 21, 2, 2024, pukul 11.53 wib.
Menurut Daista Gusmarti, Della Oktavia, Ahmad Walid
TIN: Terapan Informatika Nusantara 1 (4), 154-156, 2020
Yang dapat dilakukan dalam mengatasi masalah tersebut adalah dengan pengelolaan sampah yang dilaksanakan sejak dari rumah tangga dan untuk memandirikan masyarakat dalam menyelesaikan permasalahan kesehatannya lingkungan. Oleh sebab itu melalui upaya pemberdayaan masyarakat dalam menyelesaikan permasalahan sampah, diharapkan masalah sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, akan tetapi menjadi tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat. Mengelola sampah dapat dilakukan dengan prinsip reduce, reuse dan recycle atau pengurangan, penggunaan kembali dan daur ulang sampah.
https://ejurnal.seminar-id.com/index.php/tin/article/view/448, Diakses pada hari Rabu, 21, 2, 2024, pukul 11.53 wib.
Menurut Hermanto, Ulul Khairi Zuryati, Ruru Honiar, Lely Kurniawati
Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia 2 (2), 95-98, 2023
Salah satu tahap awal yang dapat dilakukan untuk mengurangi pencemaran, adalah mengedukasi warga masyarakat lokal tentang pentingnya penerapan nanoteknologi dalam kehidupan sehari-hari. Proses edukasi dilakukan melalui program pengabdian masyarakat dengan turun langsung ke lapangan memberikan pemahaman kepada masyarakat.
https://journal.unram.ac.id/index.php/jippm/article/view/3239, Diakses pada hari Rabu, 21, 2, 2024, pukul 11.53 wib.
Menurut Sari, Dian Permata and Purnamasari, Nike (2009) Penanganan pencemaran lingkungan di PT Sinar Sosro Gresik. Bachelor thesis, Petra Christian University.
Metode yang digunakan dalam penanganan pencemaran lingkungan adalah pengidentifikasian aspek dan dampak lingkungan yang berpengaruh, pemberian ranking terhadap potensi dampak pencemaran lingkungan kemudian mencari solusi untuk menangani pencemaran lingkungan. Hasil dari Tugas Akhir ini adalah faktor yang menjadi penyebab pecemaran lingkungan dibagi atas empat aspek yaitu udara, limbah cair, limbah padat dan pemakaian bahan. Cara untuk mengatasi pencemaran lingkungan dilakukan berdasarkan ranking yang telah ditetapkan.
https://repository.petra.ac.id/2731/, Diakses pada hari Rabu, 21, 2, 2024, pukul 11.53 wib.
Daftar Pustaka:
1.Menurut Sompotan, Jurnal Sains, Teknologi Dan Kesehatan 1 (1), 6-13, 2022
https://ejournal.itka.ac.id/index.php/saintekes/article/view/2
2.Menurut Daista, Terapan Informatika Nusantara 1 (4), 154-156, 2020
https://ejurnal.seminar-id.com/index.php/tin/article/view/448
3.Menurut Hermanto, Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia 2 (2), 95-98, 2023
https://journal.unram.ac.id/index.php/jippm/article/view/3239
4.Menurut Sari, (2009)
https://repository.petra.ac.id/2731/
Kesimpulan:
menegaskan perlunya tindakan yang serius dan terarah untuk melindungi planet kita dari kerusakan lebih lanjut. Dengan mempertimbangkan berbagai strategi dan solusi yang telah disebutkan, langkah-langkah konkret dapat diambil untuk mencapai tujuan ini.
Beberapa poin penting yang dapat diambil sebagai kesimpulan dalam upaya mengatasi pencemaran lingkungan adalah:
1. **Kerjasama dan Kolaborasi:**
2. **Inovasi Teknologi:**
3. **Regulasi yang Ketat:**
4. **Pendidikan dan Kesadaran Lingkungan:**
5. **Pengelolaan Sumber Daya Secara Berkelanjutan:**
6. **Kesadaran Global:**